/* hilangkan navbar ----------------------------- */ #navbar-iframe { height:0px; visibility:hidden; display:none }
POTRET KEGIATAN 2013

Pada tahun anggaran TA.2013, di Kabupaten Musi Banyuasin terdapat 10 (Sepuluh) kecamatan penerima Bantuan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat - Mandiri Perdesaan  (PNPM-MP), yaitu kecamatan Sekayu, Bayung Lencir, Sungai Keruh, Sungai Lilin, Plakat Tinggi, Lais, Babat Supat, Tungkal Jaya, Babat Toman, dan Lawang Wetan.
Kemajuan pelaksanaan kegiatan berdasarkan RKTL Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Mandiri Perdesaan (PNPM-MP) di Kabupaten Musi Banyuasin berdasarkan RKTL, RKTL Perencanaan TA.2010 sampai dengan bulan ini telah terealisasi Untuk SPC 1 sebesar  100%  dari rencana  100%, sehingga ada deviasi  0%, SPC 1 dan 2 sebasar 100% dari rencana  100 % sehingga ada deviasi   dan 3 sebesar  100% dari rencana 100%  sehingga devĂ­aisi 0% Normal/ pengintegrasian sebesar  100% dari rencana  100% sehingga ada  deviasi  0% dan untuk RKTL Perencanaan Tahun 2011 terealisasi sebesar  100 % dari Rencana 100 % dan deviasai sebesar  0%
Untuk pelaksanaan tahun anggaran 2012 untuk RKTL tingkat kabupaten, dari target rencana 100.% dan terealisasi 98,98%, sehingga mengalami deviasi 1,02%.

1.1. Pengendalian Fasilitator dan Pelaksanaan Rapat Koordinasi

A. Status Fasilitator Kabupaten dan Kecamatan

Pada bulan  Januari 2013  di Kabupaten Musi Banyuasin untuk keberadaan Fasiltator Kecamatan dan Fasilitator Tehnik ada 10 dan 8 Fasilitator Pemberdayaan ( FK Kec. Bayung Lencir Promosi menjadi Faskab Per 2 Januari 2013, FK Kecamatan Tungkal Jaya mengindurkan diri per Per 1 Januari 2013)

Untuk keberadaan Fasilitator Kabupaten di Kabupaten Musi Banyuasin pada bulan dari Desember 2011 sudah lengkap 3 orang Faskab dan melaksanakan tugas sebagaimana mestinya sesuai dengan kewajiban yang harus di laksanakan.

B. Pelaksanaan Pertemuaan dan Rapat Koordinasi

Untuk bulan Januari 2013 di Kabupaten Musi Banyuasin  telah di lakukan Rapat Koordinasi sebanyak 1 kali yaitu di  2 hari di akhir tanggal 29-30 Januari 2013  bertempat di kantor Faskab .  Adapun  agenda rakor tengah meliputi: 
  1. Pengantar Rakor dari Fasilitator Kabupaten
  2. Sosialisasi Memo-memo
  3. Evaluasi Capaian Progres Kegiatan TA. 2012
  4. Pemantapan pola perencanaan TA. 2013
  5. Persiapan Musrenbang Kecamatan 2013
  6. Evaluasi Pelmas
  7. Umpan Balik Laporan Kunjungan Lapangan
  8. Finalisasi Desain dan RAB
  9. Tinjauan kembali terhadap SOP Penyelesaian Masalah dan Umpan Balik Progres Penyelesaian masalah

Pelaksanaan rakor akhir bulan yang di lakukan selama 2 hari pada tanggal 29-30 Januari 2013 kesimpulan dari hasil rakor adalah bahwa  untuk kegiatan Fisik terutama untuk kegiatan T.A. 2012 yang sudah selesai agar segera di lakukan pendampingan terhadap musrenbangdes untuk penyempurnaan Dokumen RPJMDes dan membuat RKP tahun 2014.

C. Kunjungan dan Peninjauan Kegiatan dan Kecamatan

            Pada  Bulan Januari 2013 kunjungan lapangan yang di lakukan oleh Fasilitator Kabupaten adalah di Kecamatan Babat Toman,Kecamatan Lais, Kecamatan Sekayu , Kecamatan Sungai Keruh, Kecamatan Bayung Lencir, Kecamatan Plakat Tinggidan Kecamatan Sungai Lilin, Lawang Wetan, dan Tungkal Jaya yang di fokuskan kepada penyelesaian pelaksanaan kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan T.A. 2011 (lap.akhir), Audit Proses, administrasi keuangan UPK, untuk kegiatan dana bergulir di fokuskan kepada penanganan kelompok bermasalah. Untuk Kegiatan T.A. 2012 difokuskan pada monitoring proses Penyelesaiann Kegiatan dan MDST.  Untuk TA. 2013  fokus pada proses perencanaan sesuai dengan pola masing-masing kecamatan dan Musrenbang Desa.

1.2. Pelaksanaan Bimbingan dan Pembinaan

            Bimbingan  dan pembinaan yang di berikan pada saat melakukan kunjungan lapangan di kecamatan di lakukan oleh masing-masing Fasilitator Kabupaten (Fastkab, Faskab dan Faskeu ) sesuai dengan tupoksi masing – masing.Untuk Fasilitator Kabupaten bimbingan dan pembinaan di berikan kepada masing-masing UPK dan FK/FT tentang pendokumentasian hasil kegiatan baik tahap perencanaan ( Berita Acara Musyawarah di tingkat desa maupun tingkat kecamatan termasuk notulensinya ), penggunaan Papan Informasi sebagai salah satu sarana penunjang prisip transparansi, penanganan masalah baik pengaduan dari masyarakat maupun keterlambatan capaian progress kegiatan T.A.2012, kelengkapan dokumen RPJMDes dan RKP Desa  sebagai dokumen Arah Pembangunan Desa Jangka Menengah ,untuk Fasilitator Keuangan bimbingan dan pembinaan yang di berikan adalah Tutup Buku akhir bulan untuk BKU dan tutup buku Laporan Keuangan,Pencatatan Buku material dan BKU,Penggunaan Kartu Kredit untuk Kelompok SPP serta pencatatan tunggakan di laporan Kolektibilitas sedangkan untuk Fasilitator Tehnik Kabupaten bimbingan dan pembinaan di fokuskan kepada Pengawasan kualitas sarana prasarana yang di kerjakan, pengadaan material dan rekrutmen tenaga kerja dengan melibatkan masyarakat miskin seta sertifikasi kegiatan fisik yang sudah selesai pelaksanaannya .
Selain itu juga bimbingan kepada FK dan FT di lakukan di tingkat kabupaten saat di laksanakan rakor bulanan yaitu melakukan TNA untuk LPD dan laporan akhir desa.

1.3.Penyelenggaraan Pelatihan

Per bulan Januari 2013 proses pelatihan / peningkatan kapasitas pelaku di tingkat Desa dan Kecamatan:
  1. Semua pelatihan untuk TA.2011 semua telah dilaksanakan.
  2. Untuk TA.2012 sedang dalam tahap pelatihan masyarakat (terlampir di Rekap Pelatihan Masyarakat)
  3. Untuk kegiatan RBM (terlampir di Rekap DOK RBM)

1.4.Pengendalian Pelaksanaan di Tingkat Kecamatan dan Desa

Untuk pengendalian pelaksanaan kegiatan di lapangan di lakukan bukan hanya  dilakukan oleh Konsultan dan fasilitator tetapi juga di lakukan oleh masyarakat baik di tingkat desa maupun di tingkat kecamatan secara berjenjang hal ini di lakukan dengan tujuan agar  pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.

A. Pemantauan  /  Monitoring

            Pemantauan dan Monitoring  merupakan bagian dari tugas yang di bebankan dan wajib di laksanakan oleh Konsultan dan Fasilitator ,pemantauan di lakukan seiring dengan kunjungan Fasilitator Kabupaten ke lokasi binaan untuk bulan ini pemantauan dan monitoring di lakukan di seluruh lokasi yaitu kecamatan Babat Toman,Kecamatan Lais,Kecamatan Sekayu,Kecamatan Bayung Lencir ,Kecamatan Sungai Lilin,Kecamatan Sungai Keruh Kecamatan Plakat Tinggi, Lawang Wetan, Babat Supat dan Tungkal Jaya meliputi ruang lingkup pemantauan di fokuskan kepada setiap tahapan yaitu Perencanaan,Pelaksanaan dan Pemeliharaan.  Pada Januari ada supervisi dan monitoring  oleh jajaran korprov yaitu oleh SPTR di kecamatan Babat Toman, Lais dan Babat Supat
Saat ini pemantauan / monitoring untuk T.A. 2011 di fokuskan pada tahapan penyelesaian laporan akhir  sedangkan untuk T.A.2012 di fokuskan untuk tahapan pelaksanaan kegiatan dan Musrenbang Desa untuk 2013

B. Supervisi  /  Pengawasan Kegiatan

            Dari  kegiatan monitoring yang di lakukan ada beberapa hal yang di lakukan dalam kegiatan supervisi dan monitoring baik di tingkat desa maupun di tingkat kecamatan yaitu :

Tingkat Desa :
  1. Kwalitas pendampingan oleh fasilitator
  2. Tertib administrasi Laporan Penggunaan  Dana TPK yang meliputi pencatatan transaksi pada Buku Kas Umum,Pencatatan Penerimaan Material Masuk atau yang di beli oleh TPK serta laporan kemajuan Fisik Biaya dan HOK
  3. Kualitas Sarana Prasarana yang di buat oleh TPK yang meliputi penggunaan material sesuai spesifikasi yang di butuhkan, kesesuaian antara kondisi lapangan dan desain yang di buat,transparansi dan akuntabel proses pelakasanaan
  4. Penanganan kelompok SPP yang bermasalah yaitu dengan melakukan identifikasi kelompok SPP yang mempunyai tunggakan 4 bulan ke atas.
  5. Up date papan informasi

Tingkat Kecamatan :
  1. Tertib administrasi keuangan UPK yang meliputi pencatatan transaksi harian dana-dana yang di kelola oleh UPK dan Penggunaan Kartu Kredit SPP.
  2. Pelaksanaan untuk PNPM Mandiri Perdesaan Pola Penangan Khusus Dampak Krisis
  3. Fasilitasi pembuatan Dokumen RPJMDes dan RKP Desa
  4. Penanganan masalah baik yang sifatnya manajerial maupun implementasi yang terjadi di masing-masing kecamatan
  5. Pelaksanaan pelatihan masyarakat
  6. Pendampingan Fasilitator

C. Pelaksanaan Audit Internal

            Pelaksanaan audit internal di lakukan juga seiring dengan kegiatan monitoring dan supervisi oleh Fasilitator Kabupaten di beberapa kecamatan pada bulan ini Audit Internal di lakukan di 10 kecamatan oleh Fasilitator Kabupaten secara terpisah dan di temukan beberapa hal yang harus segera di perbaiki yaitu :

  1. Kelengkapan dokumen perencanaan (Notulen Rapat, Pengisian Form-form standar, Isi Berita Acara, kelengkapan tanda tangan) masih merupakan temuan dominan.
  2. Kelengkapan dokumen Administrasi di LPD TPK masih banyak kekurangan dan lemahnya validasi FK-FT
  3. Administrasi dan dokumen di UPK masih lemah.
  4. Kwalitas pelaksanaan fisik, masih perlu ditingkatkan
Untuk laporan Audit Internal secara lengkap, dilaporkan tersendiri oleh masing-masing fasilitator dengan focus yang beragam.


MUSI BANYUASIN 


1.      Data Administratif
Secara adminsitratif Kabupaten Musi Banyuasin terdiri dari 14 kecamatan, 13 Keluaran dan 227 desa dengan jumlah penduduk 587.325 jiwa dengan luas wilayah mencapai 14.266,26 Km2 atau sekitar 15 % dari luas Provinsi Sumatera Selatan.

2.      Data Geografis
Kabupaten Musi Banyuasin dengan luas wilayah 14.266,26 Km2 atau sekitar 15 % dari luas Provinsi Sumatera Selatan terletak di antara 1,3o sampai dengan 4o Lintang Selatan dan 103o sampai dengan 105o40’ Bujur Timur. Batas wilayah Kabupaten Musi Banyuasin adalah sebagai berikut :
-         Sebelah Utara berbatasan dengan propinsi Jambi
-         Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Muara Enim
-         Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Musi Rawas
-         Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Banyuasin
Sebagaimana daerah kabupaten/kota lainnya di Indonesia, Kabupaten Musi Banyuasin dibagi habis menjadi 14 kecamatan dan 240 desa/kelurahan dengan jumlah penduduk 587.325 jiwa. Secara topografis Kabupaten Musi Banyuasin memiliki lahan yang terdiri dari tiga bagian berdasarkan kemiringan lahan yaitu dataran rendah, bergelombang dan berbukit. di sebelah Timur Kecamatan Sungai Lilin, sebelah Barat Kecamatan Bayung Lencir dan daerah pinggiran Sungai Musi sampai ke Kecamatan Babat Toman, tanahnya terdiri dari rawa-rawa yang dipengaruhi oleh pasang surut.
Sedangkan di daerah lainnya, tanahnya terdiri dari 26% tanah dasar, 5% dataran tinggi, 69%. Dataran rendah dengan ketinggian antara 20 hingga 140 m di atas permukaan laut. Sedangkan iklim di Kabupaten Musi Banyuasin termasuk iklim tropis basah. Variasi curah hujan di Kabupaten Musi Banyuasin antara 74,2-360,6 mm, dengan variasi hujan antara 5,4-17,8 hari.
3.      Data Kependudukan
Penduduk Kabupaten Musi Banyuasin pada Tahun 2013 berjumlah 587.325 jiwa, dari jumlah penduduk 587.325 jiwa tersebut, terdapat 301.145 jiwa penduduk laki-laki dan 286.180 jiwa penduduk perempuan,  sedangkan pada tahun 2014 berjumlah 602.027 jiwa. Di kabupaten Musi Banyuasin jumlah penduduk laki-laki  lebih besar dibandingkan dengan jumlah perempuan. Dari 14 Kecamatan yang ada di Kabupaten Musi Banyuasin, Kecamatan Sekayu merupakan Kecamatan yang jumlah penduduknya relatif banyak, kemudian jumlah penduduk relatif banyak lainnya terdapat di Kecamatan Bayung Lencir, Kecamatan Sungai Lilin dan Kecamatan Lais.

4.      Potensi Sumberdaya Alam
a.      Pertambangan dan Energi
Salah satu sektor unggulan di Kabupaten Musi Banyuasin adalah Sektor Pertambangan dan Energi. Sektor ini mampu memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah yang signifikan guna terselenggaranya pembangunan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Musi Banyuasin.
Potensi dan peluang investasi dibidang Pertambangan & Energi.
1.  Batubara. Jumlah cadangan sebesar 23.939.927.000 ton dengan Nilai Kalori 4.500-6.000 kkal/kg. Lokasi Kecamatan Babat Toman, Sungai Lilin, Keluang, Batang Hari Leko, Bayung Lencir dan Babat Supat.
2.      Cadangan potensi minyak sebesar 47.122 MSTB dan gas bumi sebesar 1.358,46 BSCF
3.     Tenaga Listrik. Kebutuhan listrik di Kabupaten Musi Banyuasin menggunakan 4 pola pelayanan  listrik.

b.      Potensi dan Peluang Agribisnis Perkebunan di Kabupaten Musi Banyuasin yaitu :
1.      Perkebunan Karet
Luas Lahan kebun karet yang terdapat di Kabupaten Musi Banyuasin seluas 169.141 ha yang terdiri dari 164.993 kebun rakyat dan 4.148 ha kebun milik perusahaan swasta. Total produksi slab 106.516 ton per tahun dan dalam jangka waktu 5 tahun kedepan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menargetkan perluasan wilayah kebun karet sebesar 191.960 ha dengan produksi Slab 172.764 ton per tahun. dengan potensi dan luas lahan kebun karet dan produksi crumb rubber jenis SIR yang mengalami peningkatan setiap tahunnya. maka peluang investasi sektor perkebunan karet utamanya untuk industri hilir sangat besar.
2.      Perkebunan Kelapa Sawit
Kabupaten Musi Banyuasin memiliki luas kebun kelapa sawit 146.158 ha dan dari 8 PKS yang dapat mengolah Tandan Buah Segar (TBS) sendiri dengan luas kebun 124.144 ha. Produksi TBS 1.302.554 ton setara dengan 260.510 CPO dan 78.153 Kernell per tahun (dari luas percadangan yang telah disetujui 540.034 ha, terdiri dari : 68.884 ha kebun plasma petani 77.274 ha kebun milik perusahaan swasta Nasional/Asing 19 Perusahaan yang telah memiliki Izin Usaha Perkebunan (IUP) dari 50 Perusahaan yang ada.
c.       Perikanan
Kabupaten Musi Banyuasin dengan luas wilayah 14.265,96 Km2 mempunyai potensi sumber daya alam yang besar berupa Daerah Aliran Sungai (DAS), waduk, rawa lebak serta lahan dataran rendah termasuk kawasan pesisir yang luas untuk menunjang kegiatan perikanan baik penangkapan maupun budidaya ikan. apalagi melihat potensi strategis daerah ini yang setidaknya dialiri oleh 7 (tujuh) sungai besar (Musi, Batang Hari Leko, Dawas, Tungkal, Lalan, Merang, dan Bayat) dengan panjang diperkirakan 532,6 km dan 1.057 anak sungai. selain itu daerah ini juga terdapat 6 buah Danau (Ulak Lia, Cala, SIdowali, Konger, Gas Alam, Ujan Mas) dengan total luas lahan rawa lebak lebih kurang 20.000 Ha yang belum dimanfaatkan untuk kegiatan produksi.
d.      Bidang Pertanian dan Perternakan
Dukungan dengan adanya ketersediaan lahan di Kabupaten Musi Banyuasin yang memiliki lahan pasang surut seluas 9.821 ha, lahan kering 61.698 ha dan Sawah Tadah Hujan seluas 225.789 ha, maka untuk sektor pertanian daerah ini sangat berpotensi untuk pengembangan komoditas Jagung.


PERMATA MUBA 2017
Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Religius, Mandiri, Adil dan Terdepan

M i s i :
1.  Meperkuat ekonomi rakyat berbasis sumber daya dan kearifan lokal yang mandiri, berdaya saing dan religius.
2.  Mengembangkan pusat-pusat pertumbuhan dan pelayanan industri kreatif yang didukung teknologi informasi dan komunikasi.
3.  Meningkatkan pemerataan pembangunan berkelanjutan yang berkeadilan dan berwawasan lingkungan.
4.   Mengembangkan sumberdaya insani berkualitas dan lingkungan sosial budaya yang religius.
5.   Mewujudkan tata pemerintahan yang amanah, bersih, jujur, profesional dan demokratis.



Arah Kebijakan Pembangunan :
1. Peningkatan dan pengembangan pembangunan perdesaan dengan berbasis ekonomi kerakyatan
2.   Peningkatan hasil produksi dan nilai tambah produk pertanian
3.   Peningkatan aksesbilitas dan kualitas pendidikan dan kesehatan
4.   Pengembangan UMKM dan peningkatan investasi
5.   Peningkatan penyediaan infrastruktur strategis
6.   Peningkatan pengembangan sumberdaya manusia


Pada tahun anggaran TA.2013, di Kabupaten Musi Banyuasin terdapat 10 (Sepuluh) kecamatan penerima Bantuan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat - Mandiri Perdesaan  (PNPM-MP), yaitu kecamatan Sekayu, Bayung Lencir, Sungai Keruh, Sungai Lilin, Plakat Tinggi, Lais, Babat Supat, Tungkal Jaya, Babat Toman, dan Lawang Wetan.

FASILITATOR 

Fasilitator Kabupaten

Faskab. Pemberdayaan                                   : Budianto
Faskab. Teknik                                               : Achmad Riza
Faskab. Perguliran & Pengembangan Usaha     : H. Heri Purwanto
Faskab. Keuangan                                          : Hj. Sumarni

Fasilitator Kecamatan 

Kec. Babat Toman 
Fasilitator Pemberdayaan                               : Yoni Mulsurya
Fasilitator Teknik                                            : Restiwiyanti

Kec. Plakat Tinggi
Fasilitator Pemberdayaan                               : Budi Ikwan
Fasilitator Teknik                                            : Liffenri

Kec. Sungai Keruh
Fasilitator Pemberdayaan                               : Yeti Asiah
Fasilitator Teknik                                            : Andy Octavian

Kec. Sekayu
Fasilitator Pemberdayaan                               : Eva Susanti
Fasilitator Teknik                                            : Yanti Arisna

Kec. Lais
Fasilitator Pemberdayaan                               : Dody Ardiansyah
Fasilitator Teknik                                            : Hj. Evi Yulita

Kec. Sungai Lilin
Fasilitator Pemberdayaan                               : Junaidi Jumli
Fasilitator Teknik                                            : Amrillah

Kec. Bayung Lencir
Fasilitator Pemberdayaan                               : Katri Gentari
Fasilitator Teknik                                            : Rahmat Cahyadi

Kec. Lawang Wetan
Fasilitator Pemberdayaan                               : Devie Sri Wahyuni
Fasilitator Teknik                                            : Mulyadi

Kec. Babat Supat
Fasilitator Pemberdayaan                               : Ida Rosanti
Fasilitator Teknik                                            : Leni Agustiani

Kec. Tungkal Jaya
Fasilitator Pemberdayaan                               : Aldino Kesuma
Fasilitator Teknik                                            : Limpa Kurnia

Assisten MIS                                                 : Kanedi

Supporting Staff                                           : Rini Sri 

Aplikasi

A. Disbursement Online [masuk]
Adalah Program Aplikasi untuk pendokumentasian Pencairan Dana BLM dan DOK atas pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan

B. Complain Handling System [masuk]
Adalah Program Aplikasi untuk pelaporan Pengaduan dan Penenganan Masalah atas pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan

C. Simpadu Bappenas [masuk]
Adalah Sistem Informasi Manajemen Terpadu yang mengelola  dan menampilkan Hasil Kegiatan atas pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan. Panduan untuk mendapatkan User Id dan Password dapat dilihat [View] dan diunduh melalui tautan berikut. [Download]
Materi Sosialisasi Penggunaan Aplikasi Simpadu:
* Paparan SIMPADU [Download]
Pengantar SIMPADU [Download]
Data dan Informasi SIMPADU [Download]
Kebutuhan Data SIMPADU [Download]
Menu Publik SIMPADU [Download]
Menu Pivot SIMPADU [Download]
Menu Grafik SIMPADU [Download]
Menu Tematik SIMPADU [Download]
Administrasi dan Pemeliharaan SIMPADU [Download]

Database

Database HRD Versi 2.6[Download]
Database UPK 1.0[Download]
Database SI UPK Versi 7.0+ (Master 15-01-2013)[Download]
Database Masalah 1.3 (Update 22/11/2012)[Download]
Database ProtaK 18.3+ (Update 31/12/2012)[Download]
Database ProtaN Versi 12.8+ (NMC-New)[Download]
Database Capacity Building 2.6+ (Master)[Download]

Pustaka

Warta Desa
1 Warta Desa Edisi 1 : Audit [Unduh]
2 Warta Desa Edisi 2 : Optimalisasi [Unduh]
3 Warta Desa Edisi 3 : Penanganan Masalah & Pengaduan [Unduh]
4 Warta Desa Edisi 4 : Pelestarian Kegiatan [Unduh]



Buku
1 Buku Saku PNPM Mandiri
2 Tanya Jawab Seputar PNPM Mandiri
3 Konstruksi Rumah [Unduh]
4 Pengelolaan Lingkungan [Unduh]
5 The Good and The Bad Infrastructure Vol. 6A
6 The Good and The Bad Infrastructure Vol. 6B

Best Practice

Best Practice Prasarana

Teknik Slump Test Beton [Lihat] [Download]
Tips Mengatasi Retak Pada Dinding [Lihat] [Download]
Tips Mengetahui Kualitas Adukan MORTAR [Lihat] [Download]
Tips Menghitung Berat Besi [Lihat] [Download]
Tips Pengadukan Beton dengan Molen [Lihat] [Download]
Bahan Berkualitas Baik dan Buruk [Lihat] [Dovnload]






Serba-Serbi

Menanam Cabe dalam Pot /Vas Bunga
[Download]
Mengelola Dokumen Kantor
[Download]

Bahan Pelatihan

Bahan IST

Panduan Membuat dan Mengelola Blog [ Lihat ] [Download]
Mengelola Data dengan Microsoft Excel
[Download]
Bekerja dengan Microsoft Excel
[Download]
Bahan Pelatihan FT
[Download]
PP No. 72 Tahun 2005
[Download]
Penjelasan PP No. 72 Tahun 2005
[Download]
TOR Konsultan & Fasilitator
[Download]
Prosedur Penanganan Masalah
[Download]
Aktivitas dan Potensi Masalah
[Download]
Pendampingan Proses Hukum
[Download]

PENGADUAN


Melalui Website
Formulir Pengaduan [masuk]

Melalui SMS
Kirim ke: 082112109495 
Melalui Email
Kirim pengaduan ke: pengaduan@ppk.or.id atau pengaduan@nmc.ppk.or.id atau info_ppk@yahoo.com 
Melalui Telephon
Jakarta : 021-7988940 / 021-7988918 / 021-3459077
Palembang : 0711-445272 
Melalui Faximile
Jakarta : 021-7974712
Palembang : 0711-445272
Melalui Surat / Datang Langsung
Jakarta: Graha Pejaten Nomor 2, Jl. Pejaten Raya Pasar Minggu Jakarta Selatan
Palembang : Jl. Kijang Mas No. B-8 RT. 41 RW. 11 Kel. Demang Lebar Daun Kec. Ilir Barat 1 Palembang 30137
Musi Banyuasin : Jl. Sekayu-Teladan No. 515 RT. 02 RW. 01 Kel. Balai Agung Kec. Sekayu Kab. Musi Banyuasin 30711

Kebijakan Program :

1. Peraturan Bupati Muba Tahun 2013                        [Unduh]
2. Penetapan Lokasi PNPM-MPd 2013                       [Unduh]  
3. Panduan Penetapan & Penanganan Lokasi            [Unduh]
    PNPM Bermasalah 
4. Panduan Audit Internal                                            [Unduh]
5. SOP Audit Internal                                                   [Unduh]  


















































PENGERTIAN DAN TUJUAN 

PNPM Mandiri adalah Program Nasional penanggulangan kemiskinan terutama yang berbasis pemberdayaan masyarakat. Pengertian yang terkandung mengenai PNPM Mandiri adalah :

  1. PNPM Mandiri adalah program nasional dalam wujud kerangka kebijakan sebagai dasar dan acuan pelaksanaan program-program penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat. PNPM Mandiri dilaksanakan melalui harmonisasi dan pengembangan sistem serta mekanisme dan prosedur program, penyediaan pendampingan dan pendanaan stimulan untuk mendorong prakarsa dan inovasi masyarakat dalam upaya penanggulangan kemiskinan yang berkelanjutan.
  2. Pemberdayaan masyarakat adalah upaya untuk menciptakan/meningkatkan kapasitas masyarakat, baik secara individu maupun berkelompok, dalam memecahkan berbagai persoalan terkait upaya peningkatan kualitas hidup, kemandirian dan kesejahteraannya. Pemberdayaan masyarakat memerlukan keterlibatan yang besar dari perangkat pemerintah daerah serta berbagai pihak untuk memberikan kesempatan dan menjamin keberlanjutan berbagai hasil yang dicapai.
Sedangkan Tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan Program PNPM Mandiri ini adalah :

Tujuan Umum 
Meningkatnya kesejahteraan dan kesempatan kerja masyarakat miskin secara mandiri.

Tujuan Khusus

  1. Meningkatnya partisipasi seluruh masyarakat, termasuk masyarakat miskin, kelompok perempuan, komunitas adat terpencil dan kelompok masyarakat lainnya yang rentan dan sering terpinggirkan ke dalam proses pengambilan keputusan dan pengelolaan pembangunan.
  2. Meningkatnya kapasitas kelembagaan masyarakat yang mengakar, representatif dan akuntabel.
  3. Meningkatnya kapasitas pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat terutama masyarakat miskin melalui kebijakan, program dan penganggaran yang berpihak pada masyarakat miskin (pro-poor)
  4. Meningkatnya sinergi masyarakat, pemerintah daerah, swasta, asosiasi, perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat, organisasi masyarakat dan kelompok perduli lainnya untuk mengefektifkan upaya-upaya penanggulangan kemiskinan.
  5. Meningkatnya keberadaan dan kemandirian masyarakat serta kapasitas pemerintah daerah dan kelompok perduli setempat dalam menanggulangi kemiskinan di wilayahnya.
  6. Meningkatnya modal sosial masyarakat yang berkembang sesuai dengan potensi sosial dan budaya serta untuk melestarikan kearifan lokal.
  7. Meningkatnya inovasi dan pemanfaatan teknologi tepat guna, informasi dan komunikasi dalam pemberdayaan masyarakat.